Friday, December 04, 2015

Kenali Ciri Nyamuk Penyebab Demam Berdarah yang Wajib Diketahui

Saat memasuki musim penghujan seperti ini biasanya akan meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedess Aegypti yaitu nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah. Karena disaat musim penghujan seperti ini banyak sampah seperti kaleng bekas , ban bekas , botol-botol bekas dsb akan terisi air jika hujan turun maka disitulah akan terjadi genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti. Dengan semakin banyaknya genangan air tentu nyamuk akan menjadi lebih banyak untuk menyebarkan penyakit sehingga resiko menyebarnya penyakit akan menjadi lebih besar.

Hal ini yang sebenarnya harus selalu kita waspadai. Kita harus selalu menjaga lingkungan. Tidak membuang sampah sembarangan. Untuk menghindarkan diri kita dari penyakit demam berdarah tentu kita bisa melakukan beberapa hal seperti melakukan 3M yaitu :

nyamuk

1. Mengubur

yaitu kita harus mengubur kaleng-kaleng bekas atau botol-botol bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya myamuk aedes aegypti yang bisa menyebarkan penyakit demam berdarah.

2. Menguras

yaitu kita harus menguras tempat-tempat penampungan air, bak mandi, tempayan serata apapun yang menjadi tempat penyimpanan air secara teratur ini berfungsi untuk menghindarkan nyamuk-nyamuk berkembang biak ditempat penampungan air tersebut.

3. Menutup

yaitu kita perlu menutup tempat-tempat penampungan secara rapat ini berfungsi untuk menghindari nyamuk bisa masuk dan berkembang biak ditempat penampungan air.

Selain itu untuk melakukan pencegahan agar kita tidak terserang penyakit demam berdarah kita perlu melakukan abatisasi yakni menaburkan bubuk abate kedalam bak mandi atau tempat penampungan air lainnya.

Melakukan fogging juga merupakan hal yang tidak kalah penting sebagai cara untuk melakukan pencegahan penyebaran nyamuk aedes aegypti. Mejaga kesehatan tentu juga harus kita perhatikan agar tidak mudah terserang penyakit.

Nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu:
  • Badan berwarna hitam dan memiliki bintik-bintik putih pada badan serta bagian yang lainnya
  • Nyamuk jenis ini berkembang biak di air yang jernih dan nyamuk ini mampu terbang sejauh 100 sampai 200 meter
  • Nyamuk aedes aegypti memliki sifat yang khas yaitu menggigti pada saat siang hari yakni pada waktu pagi dan sore hari
  • Ketika menggigit nyamuk ini tidak menungging seperti nyamuk kebanyakan
  • Gejala yang terjadi pada saat kita terkena gigitan nyamuk aedes aegypti:
  • Demam tinggi mendadak selama 2 sampai 7 hari. Demam pada gejala ini bisa bersifat seperti pelana kuda yaitu saat demam dihari ke-3 atau ke-4 akan turun tetapi [pada saat ahri selanjutnya akan naik kembali
  • Gejala yang muncul pada anak-anak seringkali sama dengan gejala pilek seperti biasa
  • Perut terasa mual
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot serta nyeri di bagian persendian
  • Mimisan
  • Muntah-muntah
Tentu jika kita sudah mengalami gejala-gejala awal seperti yang tersebut diatas sebaiknya kita segera memeriksakan diri kedokter. Ini dikarenakan penyakit demam berdarah amat berbahaya jika tidak segera ditangani dengan benar.

Banyak orang yang menganggap tifus dan demam berdarah itu sama padahal sebenarnya kedua penyakit ini berbeda. Jika pada gejala awal demam berdarah tubuhakan mengalami panas tinggi mendadak hingga suhu badan mencapai diatas 38 derajat celcius sedangkan gejala awal tifus terjadi panas yang tidak terlalu tinggi secarabertahap meningkatnya dan mencapai diatas 38 derajat celcius.

Gejala yang selanjutnya pada demam berdarah badan terasa pegal, nyeri otot serta persendian, sakit kepala,  badan menggigil, dan muntah sedangkan pada penyakit tifus khususnya pada saat malam hari, suhu badan akan meningkat dan akan kembali turun di pagi harinya, inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada penyakit demam berdarah.

Terjadi ruam pada kulit atau bintik-bintik merah pada kulit. Gejala ini muncul setelah mengalami demam yang agak lama. Pada penderita tifus akan mengalami nyeri perut dan diare.

Pada saat hari ke-3 biasanya demam pada penderita demam berdarah akan turun namun. Hal ini mungkin dikira oleh penderita bahwa sudah sembuh dari demam. Tetaapi demam tersebut akan kembali menyerang. Tentu pada saat seperti ini tidak boleh menganggap sudah sembuh sehingga tidak menjaga kesehatan. Sedangkan pada penderita tifus mengalami batuk dan sakit tenggorokan.

Pada saat musim peralihan seperti sekarang ini tentu kita harus tetap waspada akan segala macam penyakit yang bisa menyerang kita. Selalu menjaga kesehatan dan selalu menjaga pola hidup yang sehat agar kita tetap beada dalam keadaan yang sehat. Karena sehat itu mahal harganya. Membuag sampah pada tempatnya juga harus tetap diperhatikan agar lingkungan kita juga tetap terjaga.